Rhythm: 15 August 2012

Apa yang kau lihat belum tentu merupakan hasil dari pandangan kalbumu yang bening—A. Mustofa Bisri

That quotation has embraced me today. This morning something brought my feeling to check your personal blog. O, this technology makes everything goes easier. God might make me see you again, but it doesn’t mean my feelings remain. I really want you to go out of my head—now it’s seems.

The boy like you is just the mere boy. Good bye then… 

Rhythm: 20 May 2012

Kalau aku boleh mencuri kata-kata Sapardi,
“Aku mencintaimu dengan sederhana.”
Kau tak pernah membuatku terpesona, tapi akulah yang datang padamu dan menganggapmu sebagai pesona. Selalu saja kau yang terlihat ketika aku menutup mata dengan mengambil napas dalam-dalam. Baca lebih lanjut

sepotong brownies dari laskar konstitusi yang narsis…

Sepotong brownies dari laskar konstitusi yang narsis…….

Kenapa sih, nih anak mondar mandir dari tadi? pikirku waktu ngeliat Dini yang emang sedang mondar-mandir sambil melihat catatan di kertas kecil. Di depan kelas ketemu, di depan kamar mandi ketemu, di kantin juga ketemu. “Sil, sini Sil! Dari mana aja kamu? Dari tadi aku nyariin kamu. Ayo ke mushola, sekarang yok!” Hah…bukannya dari tadi udah ketemu ya? Ya udahlah akhirnya aku ke mushola.

Di mushola ternyata sudah berkumpul beberapa anak. Yaitu, miss Ricky, Sokhi,Arizky, Ninis, Diani, Ririck, Desi, aku dan tante alias Dini, dan yang terakhir datang adalah Timy. Nggak tahu kenapa, kok rasanya aneh banget. Emang mau ada apa? lomba cerpen? kaya’nya wajah-wajah yang sedang kuhadapi saat ini nggak begitu tertarik dengan Cerpen. Baca lebih lanjut

gilanya hidup…

ketika kau berdiri di depan cermin. Apa yg kau lakukan? Tersenyum karena melihat wajahmu yang cantik dan bayangan masa depan yang cerah. Atau… bersedih melihat wajahmu yg buruk dan bayangan masa depan yan suram. Tapi, sepertinya manusia lebih suka menertawakan dirinya sendiri di depan cermin, mengingat apa yg telah dilakukannya. Ah… betapa gilanya hidup ini…

Puisi Untuk Tuhan

Siapa yang tahu arti cinta. Kecuali orang-orang yang telah tersesat dalam diri Tuhan, begitulah Rumi menyampaikan. Seperti Rabiah yang persembahkan malam untuk Tuhan. Hanya karena cinta yang dirasa bahagia. Dan inilah puisinya untuk Tuhan……

Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cinta-Mu,
Hingga tak ada sesuatupun menggangguku dalam jumpa-Mu,
Tuhanku, bintang-bintang berkelap-kelip Baca lebih lanjut

BAHASA INDONESIA di SBI, au…

Saat ini,banyak sekali sekolah yang berlomba-lomba menjadikan dirinya sebagai SBI (Sekolah Bertaraf Internasional ). Memang sih, di era global seperti sekarang ini kemajuan teknologi dan majunya pendidikan menjadi prioritas nomor satu. Nah, kalau sudah SBI, pasti bahasa pengantarnya menggunakan Bahasa Inggris. Terus, Bahasa Indonesianya dikemanain? Baca lebih lanjut