literatur

My faforite:

Aku Ingin

-Sapardi Djoko Damono-

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada

Tanpa Cinta Semuanya Tak Bernilai
-Jalaluddin Rumi-

Jika engkau bukan seorang pencinta, maka jangan pandang hidupmu adalah hidup. Sebab tanpa Cinta, segala perbuatan tidak akan dihitung pada Hari Perhitungan nanti. Setiap waktu yang berlalu tanpa Cinta, akan menjelma menjadi wajah yang memalukan dihadapanNya.
Burung-burung Kesedaran telah turun dari langit dan terikat pada bumi sepanjang dua atau tiga hari. Mereka merupakan bintang-bintang di langit agama yang dikirim dari langit ke bumi. Demikian pentingnya Penyatuan dengan Allah dan betapa menderitanya Keterpisahan denganNya.
Wahai angin, buatlah tarian ranting-ranting dalam zikir hari yang kau gerakkan dari Persatuan. Lihatlah pepohonan ini ! Semuanya gembira bagaikan sekumpulan kebahagiaan. Tetapi wahai bunga ungu, mengapakah engkau larut dalam kepedihan ? Sang lili berbisik pada kuncup : “Matamu yang menguncup akan segera mekar. Sebab engkau telah merasakan bagaimana Nikmatnya Kebaikan.”
Di manapun, jalan untuk mencapai Kesucian Hati adalah melalui Kerendahan Hati. Hingga dia akan sampai pada jawaban “YA” dalam pertanyaan : “Bukankah Aku ini Rabbmu ?”

Mine:

Wajah Sang Hidup

(Oleh:Yusnita Silsilia W)

Terpaku di sudut jiwa

Menjelang gradasi hitam memudar

Putih telah menanti:

Ribuan arca yang berbaris

Relief rumit yang berkisah

Depan itu keagungan

Menggoda walau sekadar lirikan

Kerendahan itu di belakang

Membuang segala pandang

Jika mata hati tak lagi melihat puncaknya mengarah

Jika telinga tak lagi mendengar

Pemahat bercerita

Hitam dan Putih adalah keagungan

Perbedaanlah tulang rusuknya

Hati Keping Hati

(Oleh:Yusnita Silsilia W)

Bagaskara dalam peraduan

Sedihku menyeruak

Berbaring pada relasi cahaya yang terlukis

Satu titik bersembunyi

Siapa mau menyibak jubahnya?

Karena bukan intan di sana

Bukan pula cahaya seperti mereka

Aku hanya sekeping hati

Punya rasa tak punya raga

Kini…

Kawanan camar memeluk cakrawala

Dan hati mulai gamang kala dia di sana

Melambaikan sayap

Pada pasir pantai yang mengambang di laut lepas

Aku di sini tersenyum

Sedangkan kawanan terus terbang

Mengacuhkanku

Karena aku hanya keping hati

Tak beraga…

…………….

(Oleh:Yusnita Silsilia W)

Kepulan asap

Mungkin telah mengalahkan rasa sesak di dada

Bara apipun tlah lebih bersemangat

Mengobarkan warna merahnya

Apakah cintaku seperti itu?

Yang kian tumbuh

Menjalari hati sebagai asparaga yang subur

Walau setiap detik,kucoba memangkasnya

Dan kuanggap perdu liar

Yang tanpa izin melukaiku terlebih jiwaku

Mazmur Cinta

(Oleh:Yusnita & Millah)

Goresaan goresan ini menyatu

Merajuut sebuah alunan tentang rindu

Getar dawainya meruntuhkan keraguan

Bagai dentingan seloki

Yang memecah keheningan

Meski Padmasana adalah jurang kericuhan

Alunan itu kan tetap berdenting

Menyampakkan mata

Yang melarat akan cinta

Hingga ia merasuk

Meredakan samum dalam padmasana

Mengantinya sebagai nirwana

Ubah dentingan seloki

Dalam peradaban

Merajut lagi mazmur cinta yang telah sirna

 

4 pemikiran pada “literatur

  1. puisinya bagus, penuh kiasan dan sangat menarik. puisinya begitu indah merobek hati, menjadikan pikiran melayang
    jauh ke angkasa dan menembus awan. apalagi yang mazmur
    cinta dan hati keping hati,itu sangat bagus sekali. apa memang bercita2 jadi penulis puisi ya? pasti orang yang membaca ini juga sangat terkesan dengan puisi diatas. semoga di hari yang akan datang karya puisinya semakin banyak dan semakin bagus!sukses ya!

  2. Puisinya bagus banget tapi aq mo nanya puis ini judulnya apa?

    Kepulan asap

    Mungkin telah mengalahkan rasa sesak di dada

    Bara apipun tlah lebih bersemangat

    Mengobarkan warna merahnya

    Apakah cintaku seperti itu?

    Yang kian tumbuh

    Menjalari hati sebagai asparaga yang subur

    Walau setiap detik,kucoba memangkasnya

    Dan kuanggap perdu liar

    Yang tanpa izin melukaiku terlebih jiwaku

  3. Wiih puisi’na menyentuh…
    Wajah Sang Hidup, q t’ksan bgd dg puisi itu. Sedikit sulit d mengerti, tapi asik.
    N moga cita2′na t’capai
    Cayyo…!Yuss..
    Qw tggu karya2′na..!

  4. filosofis syair adalah kedamaian
    filosofis syair adalah percaya diri
    filosofis syair adalah semangat hidup
    filosofis syair dalah logika hati dan akal

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s